Minggu, 08 Maret 2015

Deskripsi H-56: Awal



Sejumlah provider internet yang dahulu mengawali promo dengan banting harga kini mulai terlihat empot-empotan. Memulai bisnis dengan banting harga terbukti bukan solusi tepat dalam menghadapi persaingan usaha. Di awal mula pelanggan memang banjir membeli produk mereka. Namun, seiring waktu sejumlah provider mulai mengurangi kualitas produk low price-nya. Di antaranya produk smartfren yang sempat booming di awal keluarnya. Banyaknya perubahan kebijakan tanpa pemberitahuan sebelumnya membuat sejumlah pelanggan mengantri di counter customer service. Produk langganan internet bulanan yang semula dibundling 50 ribu rupiah kini hanya dapat dipakai selama dua minggu. Siapa yang ingin berlangganan internet bulanan minimal harus membeli paket 60 ribu. Tidak berhenti sampai di situ, terlihat provider berusaha memanfaatkan celah syarat dan ketentuan pemakaian untuk menyedot pulsa pelanggan. Sejumlah kasus yang diadukan ke customer service ialah pulsa yang hilang dan tak dapat dipergunakan setelah pelanggan menginput data langganan internet. Anehnya, pihak perusahaan seolah berlepas tangan dengan menimpakan kesalahan pada kekeliruan pengguna. Menghadapi ketidakjujuran perusahaan dalam menjalankan bisnis seperti ini membuat sejumlah pelanggan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan produk dan beralih ke merk lain. Satu per satu provider harus mengakhiri riwayatnya karena tak berhasil menjaga kualitas produk dan loyalitas pelanggannya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar