Jumat, 20 Maret 2015

Deskripsi H-53: Lemah



Avie mendelik seram pada seorang gadis yang berjalan di koridor sekolah. Gadis itu tampak kuat dikelilingi oleh 4 anggota geng yang lain. Sang ketua kelompok yang kubenci, batin Avie sambil terus memandanginya. Tiada seorang pun menyadari tatapan aneh Avie. 

“Yeah, aku mungkin bukan anak yang mencolok di sekolah anak orang kaya macam ini,” batinnya sinis, “Tapi, lihat saja, aku bukan anak rapuh seperti anggapanmu! Kau tak bisa mem-bully ku lagi, Maira! Asal kamu tahu, yang ditaksir Tomy, anak basket sekolah itu bukan kamu, tapi aku!” matanya nyalang. Kerapuhan tidak terlihat sama sekali di raut mukanya. 

“Tunggulah, aku akan buat perhitungan denganmu!” mata Avie menatap Maira yang sedang tertawa bersama gengnya. Avie, gadis cantik yang selalu tampak sendirian itu memang mengundang geng konglomerat seangkatan unjuk kekuatan. Warna kulit yang pucat mengesankan Avie anak lemah yang sering sakit-sakitan. Padahal ia hanya menderita sedikit asma sehingga sering terbatuk tiba-tiba. Namun itu sudah cukup bagi Maira untuk menganggapnya sarat kelemahan sehingga layak disiksa.  
Sepulang sekolah, Avie segera pergi ke kamar menyiapkan paku, rambut Maira (yang ia dapat dengan cara ‘seolah’ tak sengaja), spidol hitam, lilin dan korek api. Avie belum pernah belajar sihir. Namun ia tahu, dirinya punya bakat. Tempo hari ia berhasil membuat gurunya sakit saat hendak ulangan. Kali ini, ia pasti berhasil membuat Maira sakit parah. Bahkan amat sangat parah!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar