Kamis, 12 Maret 2015

Deskripsi H-45: Cakrawala



Greg mengangkat gelas sampanye kosongnya tinggi-tinggi. Selamat tahun baru 2020! Ia melewatkan momen berharga pergantian tahun seorang diri di stasiun luar angkasa. Pakaian astronot masih membalutnya. Ia tak mungkin mereguk sampanye pada saat ini. Selain kostum tidak memungkinkan, ia harus selalu berada dalam kondisi prima untuk menjalani misi mempersiapkan kontingen pertama manusia yang akan hidup berkoloni di bulan. Rindu rasanya kembali menjejak tanah dan menanam sesuatu di bawah tanah. Saat belum didaulat bertugas sebagai kosmonot, ia memiliki hobi bercocok tanam. Wortel, tomat, labu, mentimun, semua berhasil ia tanam. Kini, ia tak bisa lagi menikmati makanan dari bahan-bahan segar tersebut karena bergantung pada sebuah kapsul yang berisi nutrisi makanan yang dipadatkan. Satu kapsul cukup untuk sehari. 

Namun, sejak awal ia tahu bahwa memiliki cita-cita berarti sebuah pengorbanan. Jauh dari keluarga, jauh dari tanah yang ia cintai adalah hal-hal yang amat berat. Sekalipun demikian, ia tidak menyesal. Melangit adalah cita-citanya sejak usia muda. Jika pada zaman sebelumnya menembus angkasa bagaikan kisah-kisah dalam fiksi ilmiah, kini melampaui cakrawala bukan lagi mimpi. Langit tidak lagi menjadi batas. Ia telah membuka segala kemungkinan bagi terciptanya sebuah dunia baru di luar planet bumi. 

Greg berpikir, ia tengah melakukan misi mulia. Visi besar bagi peradaban umat manusia. Semua orang tahu, daya dukung lingkungan planet bumi telah menurun. Pertambahan populasi yang tak diiringi dengan pertumbuhan lahan pemukiman membuat kualitas hidup tak sebaik di masa lalu. Cadangan air menipis. Demikian pula lahan pertanian banyak tergusur oleh kawasan pemukiman. Manusia harus menemukan daerah baru untuk hidup lebih baik. Seperti halnya migrasi manusia pada masa terdahulu ke benua lain, zaman ini telah memasuki sebuah fase baru di mana terjadi perpindahan manusia ke luar angkasa. Bulan adalah pilot project mereka. Sebuah koloni telah dibangun di sana. Para ahli bahkan membangun sebuah ruangan khusus di mana temperatur serta kadar zat yang berada di udara sedapat mungkin menyerupai bumi. Mereka pun telah menyiapkan alat khusus yang dapat mendaur karbon dioksida menjadi oksigen. Meski masih dalam kapasitas terbatas, di masa depan tidak mustahil semua dapat ditingkatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar