Minggu, 08 Maret 2015

Deskripsi H-41: Banyak



Gian memandang penuh kebencian pada toko buah yang berada persis di hadapan tempatnya berjualan. Orang baru sudah belagu! Gumamnya. Kesal betul ia melihat jumlah pelanggan toko yang jauh berkurang sejak Amat membuka toko di situ. Padahal, ia sudah memperbanyak item barang jualannya. Tak sedikit dana telah keluar untuk membuat rak, peti dan lemari yang bisa membuat orang mengunjungi tokonya karena display yang menarik. Namun, tidak banyak yang membeli buah di tokonya. Sehari jumlah pembeli hanya 4-5 orang. Sementara toko buah Amat bisa 20-30 orang per hari. Gian resah saat menjumlahkan omzet jualan bulan ini. Benar-benar menurun drastis! Apa ia harus berganti bidang usaha? Pikirnya putus asa

Satu hal yang tidak Gian sadari mengapa tokonya ditinggalkan pelanggan ialah karena ia gemar menyedikitkan timbangan. Dengan sedemikian rupa ia mengutak-atik timbangan sehingga pembeli tertipu. Memang, untuk tahap awal ia meraih untung. Namun, lama kelamaan ia terkenal sebagai penjual tukang tipu. Padahal saat pertama kali membuka toko pelanggannya cukup banyak karena ia jujur dalam timbangan. Kini, ia mulai ditinggalkan. Terlebih ketika Amat membuka toko buah persis di depan tokonya dan senang memberi bonus buah-buahan pada para pelanggan, toko Goni kian sepi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar