Minggu, 08 Maret 2015

Deskripsi H-39: Segera



Maya memandang layar komputer dengan tegang. Lekas! Segera! Nggak ada lelet! Begitu Mas Luki, supervisornya bilang. Yaelah Mas, siapa juga yang menunda pekerjaan? Wong ini kerjaan memang super duper banyak banget kok! Sudah menyegerakan satu desain cover buku, desain cover buku yang lain belum kelar. Istilahnya kalau tunda kerjaan satu, tumbuh seribu. Memang enak? Tahu load kerja yang begitu padat di kantor ini, Maya pun selalu melekaskan pekerjaannya. Apalagi Mas Luki itu tipikal supervisor idealis yang nggak pernah puas pada apapun yang dikerjakan bawahannya. Sudah buat 3 alternatif masih minta dua lagi. Sudah minta dua, minta satu lagi. Total enam. Yang di acc bos besar malah yang pertama dibuat. Betul-betul arahan yang nggak jelas! Maya misuh-misuh sendiri. Soalnya bukan sekali dua kali Mas Luki seperti ini. Hampir tiap saat! Capek nggak sih?

Yah, sudah mah nyuruh ngeburu-buru kerjaan Mas Luki masih main sindir-sindiran padanya! Dia bilang Maya facebook-an melulu makanya kerjaan nggak ada yang kelar. Ya ampun, gue udah dewasa kali Mas, bisa milah-milih waktu kapan facebook-an kapan nggak! Lagian, situ juga facebookan melulu gue kagak protes! Makinya dalam hati. 

Tapi sudahlah, betapapun inginnya dia menimpali omongan Mas Luki yang nyelekit Maya memilih menahan diri. Fokus! Tinggal membuat file potoshop buat emboss film setelah itu semua file bisa dikirim ke Mas Edi, orang percetakan. Terus, resleting mulutmu sana, Luki! Geramnya dalam hati. Cover lainnya harus kelar besok. Daripada direcoki terus sama omongan-omongan Mas Luki yang nggak bikin panas telinga, lebih baik mengenakan earphone dan menyetel lagu “Viva La Vida”-nya Coldplay kencang-kencang. Rasain lu Luki, gue cuekin! Batinnya sambil meletetkan lidah ke arah layar komputer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar