Selasa, 03 Maret 2015

Deskripsi H-36: Persis



Made in China. Mungkin ini kalimat paling tersohor seantero dunia. Terkenal bukan karena kualitas, melainkan stereotip barang asli tapi palsu yang biasa mereka produksi. Mulai dari bola sepak, pakaian, alas kaki hingga mainan, semua ada versi kw nya. Kw nya pun beragam. Bisa kw 1, 2 atau 3. Kualitas barang kw 1 relatif mirip dengan produk aslinya. Sekilas bahkan ada yang terlihat persis sama walau jika ditilik-tilik lagi akan terlihat bahwa kualitas bahan sedikit di bawah barang asli.

Nah, jangankan barang, lukisan pun banyak yang aspal alias asli tapi palsu! Kesulitan menemukan pekerjaan membuat sebagian lulusan universitas seni di RRC menjadi pekerja duplikasi lukisan. Lihai betul mereka membuat lukisan persis aslinya dari karya maestro terkenal seperti Rembrant maupun Picasso! Apa boleh buat, skill lukis yang demikian tinggi akhirnya beralih dari niat memproduksi lukisan orisinal hasil karya sendiri menjadi mengejar kemiripan karya klasik yang bisa dijual. 

Sungguh ironis menyaksikan perjalanan sejarah bangsa RRC. Cita rasa dan nilai budaya yang begitu luhur warisan nenek moyang amat kontras perbedaannya dengan produksi massal berlebihan yang digeluti oleh orang RRC sekarang. Hanya demi mengejar omzet, mereka melupakan kualitas dan harga diri. Bahkan akibat genjotan produksi tersebut alam menjadi korbannya. Beda dengan zaman dulu di mana Tiongkok terkenal dengan keindahan alamnya, kini di kota besar udara bersih menjadi langka. Sungai-sungai tercemar logam berat industri. Betapa banyak hal yang harus dikorbankan demi sebuah pertumbuhan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar