Selasa, 10 Maret 2015

Deskripsi H-43: Kepala



Kilometer 10 menuju lokasi tujuan, Beno, “Kepala Suku” perjalanan backpacker itu  memutuskan rombongan singgah di sebuah terminal di pinggiran kota kecil itu. Dari luar elf, lagu boys band Korea berdentum-dentum. Beno senyum-senyum sendiri, kumpulan cowok-cowok ganteng itu memang bagus kalau sedang menari. Tapi kok irama lagunya mirip dangdut koplo begitu? Sayang sekali, ganteng-ganteng kok nyanyi dangdut koplo! Beberapa pemuda berpenampilan alay mengelilingi pesawat televisi yang sedang menyetel video klip barusan. Seorang abang penjual vcd bajakan tampak seru bercakap-cakap dengan mereka. “Astaghfirullah hal azhiim!” Ini malah mikirin lagu koteka eh salah Korea, bukannya cari makanan! Beno menegur diri sendiri. 

“Pasukan, turun yuk, kita cari makanan!” panggil Beno pada lima rekan lain seusianya disusul oleh koor suara berat cowok-cowok yang umurnya sudah lebih dari beger ini. Jelas dong, namanya juga mahasiswa tingkat dua! 

“Bos!” seru Teguh, salah seorang pasukan,”Saya di sini saja deh, jaga barang!” 

“Sip! Kamu mau dibelikan apa?” sahut Beno.

“Roti kopyor saja dua bos!” seru Teguh. Teguh lebih mengutamakan menjaga barang berharga dan tas daripada ikut makan bersama rekan-rekan lainnya. Bukan apa-apa, di tempat seperti ini bisa saja ada orang jahat membuntuti. Kalau tidak hati-hati, buntutnya mereka bisa kehilangan uang atau barang!
Sementara itu, Beno mengepalai pasukan lain pesan mie ayam di warung terdekat. Sebenarnya di sekitar sana juga ada nasi padang. Namun, relatif agak jauh dari tempat mobil elf ngetem. Lebih utama makan di tempat terdekat saja untuk menanggulangi kalau-kalau mobil elf segera dipenuhi penumpang lain sehingga mereka bisa secepat kilat menuju kendaraan nantinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar