Jumat, 11 Maret 2016

Resensi Komik "Antara Jawa dan Eropa"


Judul Buku : Antara Jawa dan Eropa
Pengarang : Dodit Mulyanto
Komikus : Norma Aisyah
Penerbit : Loveable
Tahun Terbit: 2015
Tempat Terbit : Jakarta
Tebal Buku : 144 Halaman
 
Booming Stand Up Comedy di Indonesia beberapa tahun terakhir menjadi faktor bermunculannya komik bertemakan Stand Up Comedian di antaranya Antara Jawa dan Eropa. Komik ini ialah wujud kegalauan Dodit Mulyanto, Komika SUCI 4 Kompas TV dalam mendefinisikan identitasnya. Besar sebagai orang Jawa yang menghabiskan masa kecil dengan mengikuti les biola membuatnya gamang: apakah ia harus tetap mempertahankan tradisi Jawa atau beradaptasi dengan gaya barat supaya kekinian sehingga disebut keren dan gaul? Terlebih, sebagai guru di SD dan SMP ia pun harus menghadapi kelakuan siswa-siswi yang aneh-aneh. Kegalauan inilah yang menghasilkan materi lawakan yang ndeso dan gokil saat tampil dalam tiap show nya. Keunikan ini pula yang membuatnya kerap kali mendapatkan predikat Komika Terfavorit serta memiliki ratusan ribu followers Twitter dari seluruh penjuru Indonesia.

Komik yang terdiri atas 10 chapter ini membahas beragam topik mulai dari gadget, medsos, politik, nasionalisme, kantor, pendidikan dan sekolah, peran pembantu dan orang Jawa, Dodit sebagai komika favorit, modus dan gagal move on hingga ke kostum dan plesetan Dodit. Kebanyakan materi komik bersumber dari lawakan Dodit di show SUCI 4. Namun kali ini materi tersebut dibawakan dalam bentuk komik strip yang terkesan ngenes sekaligus kocak dengan gambar yang Indonesiawi.

Komik ini menggunakan bahasa campuran antara Bahasa Indonesia baku, bahasa gaul serta beberapa kosa kata dalam Bahasa Jawa. Target pembaca komik ini ialah remaja. Namun, konten yang ringan serta relatif tidak aneh-aneh membuatnya relatif dapat dinikmati oleh segala usia.

Kelebihan buku ini ialah mudah dicerna. Kekurangannya ialah selain isi kurang padat (per halaman rata-rata 1-3 panel) ada beberapa kesalahan dari pihak redaksi seperti panel dialog yang kosong serta gambar yang tidak sesuai dengan keterangan (seperti di halaman 108). Dalam pencetakan sampul pun warnanya turun sehingga cenderung gelap.

Terlepas dari kelebihan maupun kekurangannya, komik bergenre humor ini cukup menghibur. Selain itu, tiap membeli komik ini mendapatkan bonus kacamata kertas lucu dengan kumis melintang  bukan kumis tipis ala Dodit Mulyanto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar