Jumat, 27 Februari 2015

Deskripsi H-32: Judes



Femmy menahan gemuruh di hatinya saat melayani nasabah bank. Uh, sesak! Kenapa sih aku harus melayani nasabah cowok lagi, cowok lagi? Batinnya. Protes! Jadi customer service bank memang banyak suka dukanya. Sukanya, gaji oke dan pekerjaan cukup bergengsi. Orang akan menghargai kita karena berpenampilan rapi. Sayangnya, gara-gara harus berpenampilan dan berdandan rapi juga kumbang-kumbang tak diundang datang menghinggapi. Nah, ini dia yang bikin kesal! Ya, sering sekali nasabah cowok nggak tahu diri itu meminta nomor ponselnya. Awalnya ia beri saja. Namun karena sering diganggu dan digombali, ia memalsukan nomornya. Belakangan, ia lebih dulu menanyakan nomor ponsel nasabah untuk kemudian dihubungi nanti. Modus, supaya tidak dihubungi duluan! Apalagi kalau nasabah itu tahu ia belum punya pacar, bisa gawat! Makanya, tak jarang Femmy berbohong. Ia memang belum ingin pacaran. Ia ingin fokus karier dulu untuk membantu biaya kuliah adik-adiknya. 

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan nasabah cowok itu dengan ketus dan sekenanya, ia menarik napas lega. Enak rasanya membuang ekspresi judes itu dari wajahnya! Terasa lebih ringan.... Berikutnya nomor antrian A34. Seorang mahasiswi. Femmy kian lega. Seulas senyum ramah kini menghiasi bibirnya. Setelah kejudesan dan keketusan beberapa saat yang lalu, menyenangkan sekali mengembalikan keramahan di raut wajahnya! Sekarang ia bisa melayani nasabah dengan tulus. 

Harus diakui, berat betul menjadi seorang customer service sempurna yang ramah pada setiap orang. Saat ia ramah malah sering disalah artikan, apalagi oleh lawan jenis. Tempo hari saja ada kejadian aneh. Seorang nasabah cowok tiba-tiba memberikan dia sekotak makanan lalu berlalu begitu saja. Nasabah cowok yang lain malah menyengaja berdiri agak jauh menghadapnya lalu tersenyum aneh lama sekali sampai ia jengah. Mengingatnya saja Femmy sudah eneg! Apalagi, sebagai salah satu pegawai tercantik di sana ia acapkali menjadi incaran para pria ganas. Termasuk di antaranya bapak paruh baya yang sudah botak dan punya cucu. Namun karena kaya dan berkedudukan, ia tak segan menggoda gadis berusia jauh di bawahnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar