Sabtu, 14 Februari 2015

Deskripsi H-19: Tampak

Sinaran putih mentari berkelebat di sekelilingku. Ia memantulkan warna kecokelatan helaian rambut ini. Impresi yang berbeda kurasakan antara pagi ini dengan pagi yang sama di masa kecilku. 

Lingkungan sekitarku telah berubah. Lihat apa yang berada di bawah balkon itu: hanya rumah dan aspal. Pepohonan tampak makin berkurang dan berkurang. Dulu saat aku SD di seberang sungai masih ada padang rumput luas tempat Dessy, sahabatku berburu capung. Kalau diingat itu nyaris 20 tahun yang lalu. Dan di bukit sebelah sana, rimbun rumpun bambu masih menyejukkan mata. 

Tak banyak yang bisa kubahasakan dari masa kecilku. Hanya impresi demi impresi. Cahaya mentari nan demikian murah hati menyimpan memori dari tatapan penglihatanku. Dulu aku dan teman-teman berkejaran di sisi sungai itu memperebutkan pedang sakti.

Semenjak penampakan rerimbunan satu per satu mulai menghilang, sinar surya nan ramah perlahan mulai garang. Panas menyengat kulit. Kenangan masa kecilku bagai sembunyi di baliknya, mencabik guratan indah dari secercah ingatan akan keramahan alam pada masa itu. Mereka, makhluk hijau nan indah itu kini tersembunyi di balik lapisan aspal nan tebal dan tidak memberi banyak toleransi bagi air untuk mengalun menuruninya. Tak heran sudah jika daerahku kini cukup sering dilanda banjir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar