Minggu, 08 Februari 2015

Deskripsi H-13: Ganjil

Aku terdiam memandang sorot matanya. Dia dosenku, Mr X. Pria paruh baya berusia sekitar 50 tahunan dengan tindik, kalung emas serta dandanan metroseksual. Raut mukanya tak menaruh empati. Bola matanya mencerminkan kepahitan hidup. Ia seolah ingin melahapku ganas.

Hanya karena aku ajukan judul skripsi media dan politik ia mengataiku naif? Ajaib! Konyol betul! Lantas ia menceramahiku tentang cinta. Ia bilang, aku harus mengenal cinta agar tidak naif. Ganjil jalan pikirnya. Nggak nyambung, Pak! Atau malah Bapak yang ingin curhat? Kecamku dalam hati. Bukannya tak sopan, tapi lihat diri Anda. Anda hanya duda yang mengalami kegagalan pernikahan. Dan sekarang Anda jadi om-om yang gemar menggoda mahasiswi cantik. Lalu apa yang bisa kau ajarkan padaku mengenai cinta?

Jangan-jangan keganjilan ini terjadi karena ia memasuki masa puber kedua? Dan berhubung aku bukan mahasiswi cantik dambaannya, libido dan nafsu akan bayangan gadis muda ideal menggelayut dalam “keajaiban” isi pikirannya. Atau jangan-jangan ini hanya kompensasi atas kegagalan cintanya? Analisaku. Sudah lumrah Pria normal seusia dia umumnya memiliki ketenangan dan kebijaksanaan yang belum dimiliki anak muda sebayaku. Namun, memang kelumrahan tampak jauh betul dari pria satu ini. Aku sulit bersimpati padanya dan hanya bisa menahan dongkol saat mendengar semua paparannya. Ah, persetan! Yang penting topikku segera di acc dan aku bisa segera keluar dari ruangan absurd ini! 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar