Sabtu, 07 Februari 2015

Deskripsi H-12: Kerja

Dapatkan orang menghasilkan karya jika pencapaiannya hanya materi? Bisa saja. Namun, adakah kepuasan penuh di dalamnya? Tidak yakin. Orang picik hanya menilai kerja keras seseorang berdasarkan berapa uang yang berhasil ia dapat. Sungguh penilaian yang sempit.  

Ini zaman yang aneh. Kerja dan karya cipta manusia hanya diukur dari kondisi finansial mereka. Manusia menjadi kering makna karena hanya mengejar komoditas. Bukan karya sejati yang didapat, namun sesuatu yang secara komersil paling bisa diterima oleh masyarakat luas. Memang itu bukan hal yang salah. Namun apa pun yang berlebihan suatu hari nanti akan mencapai titik jenuh.

Malas rasanya membahas fenomena yang terjadi di sekitar kita. Mengapa kerja keras yang tak menghasilkan banyak uang dianggap sebelah mata oleh mereka yang mendewakan harta? Dan kemalasan kian memuncak saat orang-orang ini menancapkan cakar pada benak pikiran manusia. Mereka mencuci otak dan mendominasi pikiran sebuah generasi dengan apa yang dinamakan ‘pensiun dini sebelum usia 40’. Ganjil, justru para pensiunan setelah tidak bekerja merasakan kurangnya makna hidup. Ada sudut pandang kontradiktif tergantung mata siapa yang memandangnya.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar