Rabu, 11 Februari 2015

Deskripsi H-16: Panjang

Ketegangan menyeruak di ruangan itu. Tiada seorang pun berani buka suara. Semua berkonsentrasi penuh pada bidak masing-masing. Panitia mengawasi babak kualifikasi itu dengan cermat. Pandangannya memeriksa tiap sudut ruangan, mencegah terjadinya kecurangan. Semua alat elektronik telah diamankan. 

Sebenarnya kecil sekali peluang aksi licik para pemain. Toh yang kini bertanding ialah pecatur cilik yang lolos seleksi tingkat wilayah. Mereka bertarung memperebutkan piala Menpora. 

Mari kita arahkan pandangan mata pada deret ketiga dari depan. Lihat meja keempat dari kiri. Kiara, jagoan kita tengah beraksi. Bidak hitam miliknya dipandangi lama. Keringat mengucur deras menyusul perpanjangan waktu. Ia mengambil napas panjang. Bidak lawan persis berhadapan dengan kuda miliknya, hanya terpaut 4 kotak. Ayo berpikir lebih keras lagi! Tekadnya. Pertarungan panjang ini tidak hanya mempertaruhkan nama sekolah namun juga kehormatan kotanya. 

Aku harus memperpendek waktu pertandingan namun tak boleh berpikir pendek! Batin Kiara. Posisinya saat ini terbilang sangat sulit. Perdana menteri bidak putih berdiri jumawa memperlihatkan kepongahannya. Lama kelamaan Kiara tak berkutik diserang dari sana sini. Persis dua kotak di belakang sang kuda hitam berdiri, Raja ciut menghadapi keganasan lawan. Ia sudah dikepung punggawa dan kuda lawan! Benteng mereka pun berjaga tiga kotak di sebelah kanan sang raja. Sungguh sigap Antonia - nama sang pemain lawan – menempatkan jebakannya. Kiara gelisah. Akankah perjuangannya berakhir sampai di sini?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar