Rabu, 01 April 2015

Deskripsi H-65: Bisa



Ricky menekan nomor telepon. Keringat dingin mengucur di tengkuknya. Ragu. Akankah Wenny mengangkat teleponnya? Ia menunggu selama beberapa detik. Tegang. Mulutnya kelu, tak mampu bicara. Ia tak sanggup menunggu lebih lama lagi dan segera menutup telepon. Kebisaan Ricky dalam berbicara, kepandaiannya dalam merayu lenyap entah ke mana saat ingat gadis keturunan Tionghoa bermata besar itu. Ia mengutuk diri sendiri. Memang, semua ini kebodohannya, sampai hati mengatai Wenny perek saat mereka bertengkar hebat sebulan yang lalu. Kesanggupan Ricky mengambil kembali hati gadis rambut panjang bercat cokelat itu sudah nol. Wenny yang begitu cantik dulu bisa demikian sabar menerima cinta Ricky berkali-kali meski dia yang meminta putus dan sambung. Namun ketidakmampuan Ricky menahan emosi membuyarkan segalanya. Ricky meringis. Rasanya hancur. Ia betul-betul menyesal. Mengapa lagi-lagi dia salah bicara? Mengapa lagi-lagi dia harus kehilangan orang yang disayangi? Apalagi dari semua gadis yang pernah dipacarinya, Wenny adalah yang terbaik...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar