Rabu, 15 April 2015

Deskripsi H-79: Muka

Berhadapan dengan penderita down-syndrome seringkali menuntut kesabaran ekstra. A, sebut saja begitu adalah seorang penderita down-syndrome berusia 32 tahun. Dari permukaan penampilan lahir A tak berbeda dengan pria seusianya. Namun, dalam mental dia berada jauh di bawah orang normal seumurnya. Kedalaman pola pikir A jomplang dengan usia biologisnya. Dalam kasus A, bisa dibilang ia anak berusia 8 tahun yang terperangkap dalam tubuh pria berusia 32 tahun. Karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata, terhadapnya kita harus mengatakan satu hal berkali-kali agar ia paham. Seringkali pula ia mengulang-ulang pertanyaan mengenai hal yang sama.

Hal kontras lain di muka yang membedakan penderita down-syndrome dengan orang biasa ialah nafsu makan berlebih. Jika orang dewasa umumnya mengonsumsi tiga piring nasi dalam sehari (dengan asumsi kegiatan sehari-hari berjalan normal/tidak ada berlebih), orang down syndrome sekali makan bisa menambah hingga 2-3 kali. Dengan demikian, bisa dikatakan porsi makan per hari mencapai 6-9 piring. Anehnya jika karbohidrat diasumsikan sebagai asupan tenaga, pada penderita down-syndrome cenderung tidak demikian. Konsumsi karbohidrat berlebih ini justru menjadikan tubuhnya lemas hingga ingin beristirahat lebih lama meski minim kegiatan. Menurut sebuah penelitian memang ada kaitan antara struktur sel penderita down-syndrome dengan kecenderungan mengidap penyakit diabetes karena simpanan zat gula berlebih dalam darahnya yang tidak terbakar melalui jumlah tenaga keluar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar