Rabu, 08 April 2015

Deskripsi H-72: Bodoh

Wahyu kesal karena selalu dikata-katai gurunya dungu. Entah itu guru matematika, biologi, Bahasa Indonesia atau guru lain kerap mengata-ngatainya bodoh dan malas. Nyaris tak ada guru yang memotivasinya supaya pandai di sekolah ini.
Biarlah aku tenggelam dalam kedunguan, toh dari dulu aku begitu, maki Wahyu dalam hati. Ia sudah pasrah. Daripada pulang ke rumah, Wahyu lebih memilih keluyuran dan berteman dengan preman.
Kebodohan memang nyaris identik dengan dirinya. Tidak hanya guru, orang tua, keluarga besar bahkan para tetangga bilang ia bodoh. Hingga akhirnya Wahyu percaya dirinya bodoh. Padahal, mungkin saja dalam dirinya tersimpan kepandaian tersendiri. Dan entah siapa orang yang akan membuka kunci untuk membuktikan pada dunia bahwa Wahyu itu sebenarnya memiliki bakat spesial...  Wahyu sendiri tak pernah tahu bahkan tak peduli. Ia lebih memilih nongkrong di jalan sambil merokok memandangi kendaraan lalu lalang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar