Jumat, 17 April 2015

Deskripsi H-81: Eksis

2009 atau hampir 3 dekade sejak rilis perdana albumnya, U2 mengeluarkan album teranyar dengan bertajuk No Line On The Horizon. Eksperimen suara yang ditawarkan oleh album ini membawa pendengar (khususnya pemerhati U2 sejak album pertama) ke titik nol. Ada sebuah pengalaman baru dalam menjelajahi lorong suara yang ditawarkan dalam lagu-lagunya. Mengalir perpaduan misterius antara suara hening, pilihan jeda, gema maupun timbul tenggelamnya suara yang mencerminkan kekayaan melodi yang dimiliki oleh band sekelas U2. Alunan suara ini bermain di antara ada dan ketiadaan. Menciptakan nada-nada ambient yang menenangkan sekaligus menimbulkan rasa penasaran. Keberadaan nuansa ini demikian kental pada lagu berjudul Unknown Caller maupun White As Snow. Melodi yang menyuarakan keresahan terdengar pada lagu berjudul Fez  Being Born maupun Moment of Surrender meski dengan tone yang berbeda. Lagu Chedars of Lebanon sarat dengan eksperimen suara maupun perulangan-perulangan irama, bisikan maupun latar belakang suara bagai membawa kita ke dunia lain. Berbeda dengan lagu Get on Your Boots, Magnificent maupun Stand Up Comedy yang membawa karakter musik menghentak tak jauh dari album U2 sebelumnya yaitu How to Dismantle An Atomic Bomb keluaran 2004. I`ll Go Crazy If I Don`t Go Crazy Tonight mungkin terdengar agak mirip seperti lagu Noah atau Coldplay. Tidak mengherankan mengingat eksistensi U2 sebagai role model bermusik bagi sejumlah band besar.

Boleh dikatakan, sosok U2 yang ada kini telah mencapai kedewasaan bermusik. Band berkarakter kuat ini kian eksis menancapkan pengaruhnya di jagad musik dunia. Meski diakui penjualan album ini tak sebaik album-album sebelumnya mengingat perubahan industri musik masa kini. Namun karya-karya band asal Irlandia ini akan selalu jadi salah satu kiblat musik pop-rock modern bagi band-band penerusnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar