Senin, 26 Januari 2015

Berita Garing 02: Kemunculan Pocong di TPU Jeruk Parut Menggemparkan Warga

Jakarta, Kempes.com Lagi, Indonesia kembali dikejutkan dengan sejumlah fenomena gaib. Kali ini, peristiwa tersebut muncul di TPU Jeruk Parut yang merupakan areal perluasan dari TPU Jeruk Purut. Lokasi perluasan tersebut tidak jauh dari TPU Jeruk Purut, hanya berjarak sekitar 1000 km.

Berbeda dengan kawasan pendahulunya yang terkenal dengan keberadaan hantu pastor dengan kepala terpenggal, keberadaan TPU yang baru sekitar satu tahun cahaya dibuka ini langsung mengundang rasa penasaran warga seiring dengan fenomena munculnya sejumlah pocong secara acak pada malam Jumat kliwon.

Hasil inspeksi Departemen Kebatinan Republik Indonesia (Direktorat Kementerian yang baru dibentuk guna mengakomodir kebutuhan para pejabat pemerintahan untuk meningkatkan posisi, martabat, keberuntungan dan wibawa-red.) tadi malam menunjukkan antusiasme warga menyaksikan fenomena tersebut. Hal ini tampak dari ditemukannya sejumlah kembang tujuh rupa serta puntung rokok di berbagai sudut kuburan yang diduga kuat menjadi asal mula munculnya beberapa pocong tersebut.

Dari hasil pantauan Kempes, tampak beberapa bapak tampak sibuk dengan ponselnya. Saat redaksi mencoba mengorek informasi, diketahui bahwa mereka adalah pelanggan judi togel yang mencoba mencari peruntungan nomor yang keluar. Nomor tersebut didapat dari jumlah lompatan pocong dalam satu menit. Kemudian, para bapak ini menginformasikan nomor yang dipilihnya kepada bandar togel. Hal ini menjadi trend baru di dunia togel setempat menyusul kemenangan besar seorang warga yang telah menggunakan metode ini sebelumnya.

Selain kumpulan orang yang ingin meramal nomor togel, tampak pula sekumpulan anak-anak Sekolah Dasar berkumpul di sejumlah kuburan. Kemunculan para pocong secara acak ini rupanya membuat anak-anak tersebut memanfaatkan momen ini untuk bermain lompat tali. Akibat kemunculannya yang tak bisa diduga, tak ayal, permainan ini menjadi semakin menarik karena anak-anak harus berlari-lari sambil merentangkan tali di kuburan tempat posong tersebut muncul secara acak. Tak jarang, pocong-pocong ini melompati untaian karet gelang yang direntangkan anak-anak. Tidak hanya dapat melompat hingga sebatas kaki manusia, bahkan pocong ini pun dapat melompat hingga setinggi orang dewasa sehingga apabila mereka manusia, tentulah akan direkrut oleh para tim basket NBA karena berpotensi besar menyumbangkan point melalui aksi slam dunk-nya yang menakjubkan.

Para ibu rumah tangga pun tidak ketinggalan berkumpul untuk menyaksikan momen tersebut. Rupanya, mereka penasaran dengan detergen apa yang membuat busana yang dikenakan pocong itu tampak lebih putih dari baju-baju putih yang mereka punya. Namun, sayang sekali, hingga berita ini diturunkan, merk detergen tersebut belum diketahui.

Tidak hanya itu, fenomena ini pun mendatangkan sejumlah ilmuwan skeptis dari dunia barat yang meragukan keberadaan hantu. Dan, keskeptisan mereka terbukti dari terkaparnya para ilmuwan tersebut dalam keadaan tertidur pulas saat para pocong tersebut melancarkan aksinya. Rupanya, para ilmuwan ini kelelahan setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari Eropa ke Jakarta selama berjam-jam.

Bahkan, Bang Majid yang belum lama ini bergabung dalam franchise pisang goreng pasir berencana membuka standnya semalam suntuk khusus pada malam Jumat Kliwon untuk mengakomodir kebutuhan energi akan kebutuhan makanan ringan dari warga yang penasaran ingin melihat arwah penasaran.

Mengingat potensi wisata yang menjanjikan dari fenomena ini, Departemen Kebatinan berencana mengkoordinasi para dukun berpengalaman untuk memanggil pocong-pocong lain yang masih malu-malu di alam kubur untuk menampakkan diri sehingga bersedia untuk ikut tampil dalam sesi foto booth yang diadakan di stand foto terdekat. Untuk itu, Pemerintah melalui Departemen Kebatinan berencana mengenakan tarif Rp.5000,00/satu kali foto untuk anak-anak di bawah 12 tahun dan Rp.10.000,00/satu kali foto untuk dewasa. Namun, upaya menjadikan TPU Jeruk Parut sebagai objek wisata di malam Jumat Kliwon ini masih memerlukan kajian dari banyak ahli sebelum keluar izin resminya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar