Senin, 26 Januari 2015

Berita Garing 01: David Copperfield, Sang Magician yang Berguru Pada Tukang Ketok Magic

Blitar, Kempes.com Belajarlah ilmu hingga ke negeri Cina. Begitulah pepatah orang-orang tua pada zaman dahulu. Rupanya, pepatah itu pula yang membuat pesulap atau bahasa internasionalnya 'magician' David Copperfield memutuskan untuk berangkat ke Blitar khusus untuk mempelajari tentang ketok magic.

Pesulap kelahiran Metuchen, New Jersey, Amerika Serikat, 16 September 1956 ini memang tidak pernah kehabisan akal dalam mengembangkan inovasi-inovasi dan gaya sulap yang baru. Setelah terkenal dengan karya ilusi seperti yang terangkum dalam pertunjukan “menghilangkan” Patung Liberty, “terbang” di atas Grand Canyon dan “berjalan menembus” tembok besar RRC, kali ini David Copperfield berencana mempersiapkan pertunjukan bertajuk “selamat dari kecelakaan lalu lintas mematikan dengan ketok magic”.

Dalam konsepnya kali ini, alur pertunjukan ialah sebagai berikut. David Copperfield dirantai besi dalam keadaan terborgol kuat di dalam sebuah mobil bekas yang bisa dibilang mirip barang rongsokan. Kemudian, mobil bekas tersebut akan dilindas oleh sebuah traktor besar berkecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, dengan teknik sulapnya yang mumpuni, David Copperfield pun dapat melepaskan diri dari rantai dan berjalan keluar mobil dengan selamat.

Demi pertunjukan kali ini, Copperfield melakukan sejumlah riset ke berbagai penjuru dunia dan ditemukanlah “ketok magic” sebagai metode ampuh untuk menyelamatkan kendaraan yang penyok akibat benturan yang terjadi di jalan raya. Dan seperti kita ketahui, keterampilan memanfaatkan metode ini banyak dimiliki oleh orang-orang Blitar yang kemudian memotivasi Copperfield untuk berguru ilmu ketok magic langsung pada ahlinya. Menurut pemikirannya, bukan tidak mungkin ketok magic dapat dimanfaatkan sebagai unsur 'safety' demi mengurangi risiko kehilangan nyawa maupun kecelakaan fisik saat melakukan aksi sulap tersebut.

Menyinggung kontroversi seputar ketok magic yang ditengarai oleh beberapa kalangan sarat dengan campur tangan makhluk gaib (jin-red.), Copperfield mengatakan tidak terpengaruh oleh berita tersebut.

“Memang, sejumlah kalangan menyatakan demikian (ada campur tangan makhluk gaib dalam bengkel ketok magic-red.). Bahkan, sejumlah nara sumber yang saya temui di jalan raya kemarin mengatakan bahwa pada saat mobil kita yang penyok di service-kan ke tukang ketok magic, kita sebagai pemilik tidak boleh melihatnya agar tidak dicuri ilmunya. Nah, konon pada saat bengkel dalam kondisi tertutup itulah jin beraksi dengan kekuatan supranatural mengembalikan bodi kendaraan yang penyok seperti keadaan semula. Namun, bagi saya pribadi itu bukan masalah karena meski saya tidak kuliah di bidang fisika, namun setelah survey ke bengkel ketok magic, saya menemukan bahwa untuk memuluskan kembali kendaraan yang penyok, mereka memanfaatkan prinsip getaran. Dengan menggunakan logam panjang, ujung yang satu ditempelkan ke body kendaraan yang penyok. Kemudian, ujung yang satunya lagi diketok-ketok dan hasilnya, 'Woow magic!' Penyok pun hilang tanpa bekas!” ungkapnya kepada para wartawan.

Meski penelitian yang dilakukan David Copperfield belum mencapai final, harus diakui kesungguhan ini pula salah satunya yang mengantarkan Copperfield 21 kali memenangkan Penghargaan Emmy. Tidak hanya itu, jika pertunjukan ini berhasil, ia pun berniat untuk memajang alat ketok magic sebagai salah satu koleksi berharga di Museum Internasional dan Perpustakaan Seni Sulap yang ia miliki di Las Vegas, Nevada. Museum tersebut didirikan sebagai usahanya untuk melestarikan sejarah seni sulap, koleksi perangkat sulap antik, buku, dan benda-benda yang berkaitan dengan seni sulap serta mempertahankan keberadaan bengkel las maupun ketok magic yang rupanya tidak sedang berada dalam ancaman tergerus oleh kemajuan zaman di kota kelahirannya, Blitar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar