Sabtu, 07 Maret 2015

Deskripsi H-40: Dalam



Rito menikmati betul hobi travelingnya di tengah kesibukan kantor. Ia terbiasa mengatur hari kerja sehingga bisa mengambil cuti agak banyak untuk bepergian keliling Indonesia. Kali ini, ia memutuskan untuk mengunjungi Pantai Raja Ampat, Papua. Setelah sebelumnya berhasil mendalami Ngarai Sianok di pulau sumatera, ia ingin “mengamalkan” ilmu snorkeling yang didapat dari kursus yang ia jalani dari profesional selama 3 bulan lamanya. Bersama Usman teman kuliahnya ia melakukan perjalanan ke luar Pulau Jawa menuju Papua, tempat terjauh yang pernah digapainya. Dalam setahun terakhir, setidaknya tiga landmark alam pulau Sumatera: cagar alam gunung leuseur, danau Toba dan Ngarai Sianok berhasil dikunjungi. Semula ia baru berencana “mengeluarkan” ilmunya setelah kembali dari Segara Anakan bulan depan. Namun, kedatangan Usman yang tiba-tiba mengajaknya untuk menyelami keindahan  terumbu karang serta keragaman biota laut yang berada di bawah perairan Raja Ampat. Kebetulan, ia pun telah berhasil mengantongi ijazah sebagai instruktur selam. Jadi, sambil berpetualang Rito akan dilatih untuk menguasai medan penyelaman oleh Usman. Sambil menyelam minum air!

Rabu, 04 Maret 2015

Deskripsi H-37: Palsu



Perkembangan teknologi dewasa ini membuat modus penipuan kian marak di sejumlah situs jual beli online. Bermodalkan kepercayaan pelanggan, sejumlah oknum penjual tega menipu pelanggan dengan menyarukan barang tiruan sebagai barang asli. Salah satu produk rawan pemalsuan adalah tas wanita. Seperti diketahui secara luas, harga sebuah produk fashion sangat dipengaruhi oleh merknya. Merk seringkali menjadi jaminan bahwa sebuah barang memiliki mutu yang tinggi. Keaslian inilah yang membuat suatu barang menjadi incaran para kolektor. Salah satunya karena jumlah stok yang terbatas hingga terkesan eksklusif. Bekerja sama dengan sejumlah produsen abal-abal, mereka tiru barang asli kemudian membuat ‘kembarannya’ dan selanjutnya memasarkan barang-barang palsu ini. Bagi yang tidak teliti, siap-siap saja menjadi korbannya. 

Salah satu cara paling efektif dalam mencegah terjadinya transaksi jual beli barang-barang palsu ini ialah dengan mengecek rating penjual. Ini cukup membantu karena konsumen bisa mengetahui mana saja penjual yang layak dipercaya dan mana yang tidak. Beberapa situs jual beli online menyiapkan fitur ini atas nama menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pembeli dalam bertransaksi.

Selasa, 03 Maret 2015

Deskripsi H-36: Persis



Made in China. Mungkin ini kalimat paling tersohor seantero dunia. Terkenal bukan karena kualitas, melainkan stereotip barang asli tapi palsu yang biasa mereka produksi. Mulai dari bola sepak, pakaian, alas kaki hingga mainan, semua ada versi kw nya. Kw nya pun beragam. Bisa kw 1, 2 atau 3. Kualitas barang kw 1 relatif mirip dengan produk aslinya. Sekilas bahkan ada yang terlihat persis sama walau jika ditilik-tilik lagi akan terlihat bahwa kualitas bahan sedikit di bawah barang asli.

Nah, jangankan barang, lukisan pun banyak yang aspal alias asli tapi palsu! Kesulitan menemukan pekerjaan membuat sebagian lulusan universitas seni di RRC menjadi pekerja duplikasi lukisan. Lihai betul mereka membuat lukisan persis aslinya dari karya maestro terkenal seperti Rembrant maupun Picasso! Apa boleh buat, skill lukis yang demikian tinggi akhirnya beralih dari niat memproduksi lukisan orisinal hasil karya sendiri menjadi mengejar kemiripan karya klasik yang bisa dijual. 

Sungguh ironis menyaksikan perjalanan sejarah bangsa RRC. Cita rasa dan nilai budaya yang begitu luhur warisan nenek moyang amat kontras perbedaannya dengan produksi massal berlebihan yang digeluti oleh orang RRC sekarang. Hanya demi mengejar omzet, mereka melupakan kualitas dan harga diri. Bahkan akibat genjotan produksi tersebut alam menjadi korbannya. Beda dengan zaman dulu di mana Tiongkok terkenal dengan keindahan alamnya, kini di kota besar udara bersih menjadi langka. Sungai-sungai tercemar logam berat industri. Betapa banyak hal yang harus dikorbankan demi sebuah pertumbuhan ekonomi.

Senin, 02 Maret 2015

Deskripsi H-35: Sukses



Pak Kandi geleng-geleng kepala saat menyaksikan ambulan itu berlalu dari hadapannya. Lagi-lagi seorang murid bunuh diri. Murid itu masih duduk di kelas 9 sekolah bertaraf internasional tersebut. Di sekolah ini memang ada sejumlah murid sekolah yang bunuh diri. Rata-rata usia SMP maupun SMA. Pak Kandi tak tahu berapa persisnya. Yang pasti, di media massa hanya keluar beberapa orang saja karena pihak sekolah berhasil menutup-nutupi. 

Sebagai tukang sapu, Pak Kandi seringkali kagum melihat keberhasilan orang tua para murid sekolah tempat ia mengabdi. Rata-rata dari mereka orang sukses. Mereka mengantar jemput anak-anak dengan mobil mewah. Penampilan mereka mentereng, berkilauan, beda dengan orang kebanyakan. Pendapatan mereka sulit dikira-kira oleh Pak Kandi. Yang ia tahu, angka nol pasti berderet berjejalan di belakangnya. Coba hitung berapa! Kesuksesan tersebutlah yang mengantar mereka menyekolahkan putra-putrinya kemari. Betapa tidak, bayaran di sini bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulannya! Setahun mungkin sudah setara dengan satu unit rumah. Apalagi, mereka ingin melihat anak-anak tumbuh menjadi orang yang berhasil. Dan sekolah ini memiliki standar tertinggi dalam kualitas akademis. Materi yang diajarkan jauh lebih berat dari sekolah pada umumnya. Dengan kata lain, masuk sekolah ini adalah pilihan yang tepat. 

Setidaknya, teorinya sih begitu, pikir Pak Kandi. Sayang, anak-anak yang semula dicetak untuk sukses harus berakhir seperti itu. Seorang guru lokal pernah suatu hari mengkritik kondisi-belajar di sekolah ini. Ia sering menyesalkan, betapa takut murid-murid tersebut akan sebuah kegagalan. Ketakutan tersebut banyak berasal dari tuntutan tinggi orang tua mereka. Sedikit kesalahan dalam menjawab soal ujian bagai cela nan tak terperi. Mereka akan langsung dicap gagal, membuat anak bersedih karena merasa kehilangan harga diri. Begitulah kurang lebih kompetisi yang terjadi di antara murid sekolah. Saling mengungguli dalam hal nilai dan prestasi. Amat tidak sehat karena mereka menjadi kurang waktu untuk bersosialisasi maupun mengembangkan diri. Apalagi, sekolah itu menerapkan sistem full day school. Dengan beban akademik seberat itu, mereka harus belajar keras hingga sore hari. Bagai tak punya lagi waktu bernapas. Tak heran jika beberapa murid merasa frustrasi hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Dan lokasi yang acapkali dpilih adalah sebuah menara tertinggi di sekolah itu. Menara itu cukup jarang diakses orang sehingga luput dari pengawasan. Namun setelah yang kesekian kalinya seperti ini, mungkin menara itu harus ditutup saja, pikir Pak Kandi.

Minggu, 01 Maret 2015

Deskripsi H-34: Bangun



Malam mencekam di rumah kediaman seorang wanita paranormal. Konon, rumah ini sering didatangi oleh arwah Nyi Roro Kidul. Salah satu kamar di rumah itu menjadi tempat sang arwah bersemedi. Pemilik rumah sengaja menyiapkan kamar yang terbaik dan terbesar untuk beliau. Ia menata ruangan itu dengan bunga-bunga, lukisan dan asesoris berwarna hijau. 

Kinasih adalah seorang wanita muda yang berniat ngalap berkah di rumah itu. Gadis muda yang cantik dan jangkung itu berharap bisa lebih sukses dalam menapaki kariernya sebagai seorang penyanyi. Setelah minta izin pada sang paranormal, akhirnya ia diperbolehkan masuk ke kamar semedi. Aryo, sang pacar berniat mengabadikan peristiwa ini dalam handy-cam nya. Sebenarnya Kinasih sempat melarangnya, namun Aryo nekat masuk untuk merekam. Ia berdalih akan merekam dengan infra-red. Pada saat itulah, tiba-tiba Kinasih tak sadarkan diri di atas ranjang. Ia bagaikan tertidur. Namun, tidur Kinasih tidak lama. Tak lama kemudian, ia terbangun. Aryo memandang bola matanya. Retina mata yang semula cokelat itu berubah menjadi hijau. Sorot matanya aneh, begitu tajam seolah bukan manusia. Matanya menyapu seisi ruangan dengan tatapan garang. Pada saat bangun, Kinasih yang lembut dan feminin seolah hilang entah ke mana. Tergantikan oleh sosok makhluk yang marah dari arwah ghaib yang bersemayam di dalam tubuhnya. Rupanya arwah tersebut bangkit merasuki tubuhnya untuk menegur Aryo yang bertindak kurang ajar dengan mencoba merekam prosesi ini. 

Perasaan berat mengikuti kebangkitan arwah tersebut dalam jasad Kinasih. Rambut panjangnya yang lurus tertata rapi menjadi berantakan. Lehernya bergerak menjulur bagai Sang Dewi Ular. Gerakan tangannya patah-patah menyeramkan. Ia menggeram dengan suara yang seperti berasal dari dunia lain. Perlahan ia berkata setengah berbisik pada Aryo.

“Sedang apa kamu?” 

“Syuting,” sahut Aryo. Nyalinya agak ciut juga. 

“Matikan itu!” desisnya. Ia mendekati Aryo dengan langkah patah-patah. Matanya nyalang sangat menakutkan. Setelah dekat, ia seperti hendak menerkam Aryo. Melihat kejadian ini, sang paranormal langsung menengahi. 

“Nak, Ibu mohon keluar ya. Ibu kuatir hal berbahaya akan terjadi sama kamu,” bisiknya di telinga Aryo. Aryo mengangguk gelagapan. Tak tahan lebih lama lagi menghadapi tatapan mata yang demikian menghunjam dari sang makhluk ghaib!