Rito menikmati
betul hobi travelingnya di tengah kesibukan kantor. Ia terbiasa mengatur hari
kerja sehingga bisa mengambil cuti agak banyak
untuk bepergian keliling Indonesia. Kali ini, ia memutuskan untuk mengunjungi Pantai
Raja Ampat, Papua. Setelah sebelumnya berhasil mendalami Ngarai Sianok
di pulau sumatera, ia ingin “mengamalkan” ilmu snorkeling yang didapat dari
kursus yang ia jalani dari profesional selama 3 bulan lamanya. Bersama Usman
teman kuliahnya ia melakukan perjalanan ke luar Pulau Jawa menuju Papua,
tempat terjauh yang pernah digapainya. Dalam setahun terakhir, setidaknya
tiga landmark alam pulau Sumatera: cagar alam gunung leuseur, danau Toba dan
Ngarai Sianok berhasil dikunjungi. Semula ia baru berencana “mengeluarkan”
ilmunya setelah kembali dari Segara Anakan bulan depan. Namun, kedatangan Usman
yang tiba-tiba mengajaknya untuk menyelami keindahan terumbu karang serta keragaman biota laut yang
berada di bawah perairan Raja Ampat. Kebetulan, ia pun telah berhasil
mengantongi ijazah sebagai instruktur selam. Jadi, sambil berpetualang Rito
akan dilatih untuk menguasai medan penyelaman oleh Usman. Sambil menyelam minum
air!
Sabtu, 07 Maret 2015
Rabu, 04 Maret 2015
Deskripsi H-37: Palsu
Perkembangan teknologi
dewasa ini membuat modus penipuan kian marak di sejumlah situs jual beli
online. Bermodalkan kepercayaan pelanggan, sejumlah oknum penjual tega menipu
pelanggan dengan menyarukan barang tiruan sebagai barang asli. Salah
satu produk rawan pemalsuan adalah tas wanita. Seperti diketahui secara
luas, harga sebuah produk fashion sangat dipengaruhi oleh merknya. Merk
seringkali menjadi jaminan bahwa sebuah barang memiliki mutu yang tinggi. Keaslian inilah yang
membuat suatu barang menjadi incaran para kolektor. Salah satunya karena jumlah
stok yang terbatas hingga terkesan eksklusif. Bekerja sama dengan sejumlah
produsen abal-abal, mereka tiru barang asli kemudian membuat ‘kembarannya’
dan selanjutnya memasarkan barang-barang palsu ini. Bagi yang tidak
teliti, siap-siap saja menjadi korbannya.
Salah satu cara paling
efektif dalam mencegah terjadinya transaksi jual beli barang-barang palsu ini
ialah dengan mengecek rating penjual. Ini cukup membantu karena konsumen bisa
mengetahui mana saja penjual yang layak dipercaya dan mana yang tidak. Beberapa
situs jual beli online menyiapkan fitur ini atas nama menjaga keamanan dan
kenyamanan bagi pembeli dalam bertransaksi.
Selasa, 03 Maret 2015
Deskripsi H-36: Persis
Made in China. Mungkin ini kalimat
paling tersohor seantero dunia. Terkenal bukan karena kualitas, melainkan
stereotip barang asli tapi palsu
yang biasa mereka produksi. Mulai dari bola sepak, pakaian, alas kaki hingga
mainan, semua ada versi kw nya. Kw nya pun beragam. Bisa kw 1, 2 atau 3. Kualitas
barang kw 1 relatif mirip dengan produk aslinya. Sekilas bahkan ada yang
terlihat persis sama walau jika ditilik-tilik lagi akan terlihat bahwa
kualitas bahan sedikit di bawah barang asli.
Nah, jangankan barang,
lukisan pun banyak yang aspal alias asli tapi palsu! Kesulitan menemukan
pekerjaan membuat sebagian lulusan universitas seni di RRC menjadi pekerja
duplikasi lukisan. Lihai betul mereka membuat lukisan persis aslinya
dari karya maestro terkenal seperti Rembrant maupun Picasso! Apa boleh buat,
skill lukis yang demikian tinggi akhirnya beralih dari niat memproduksi lukisan
orisinal hasil karya sendiri menjadi mengejar kemiripan karya klasik
yang bisa dijual.
Sungguh ironis
menyaksikan perjalanan sejarah bangsa RRC. Cita rasa dan nilai budaya yang
begitu luhur warisan nenek moyang amat kontras perbedaannya dengan produksi
massal berlebihan yang digeluti oleh orang RRC sekarang. Hanya demi mengejar
omzet, mereka melupakan kualitas dan harga diri. Bahkan akibat genjotan
produksi tersebut alam menjadi korbannya. Beda dengan zaman dulu di mana
Tiongkok terkenal dengan keindahan alamnya, kini di kota besar udara bersih
menjadi langka. Sungai-sungai tercemar logam berat industri. Betapa banyak hal
yang harus dikorbankan demi sebuah pertumbuhan ekonomi.
Senin, 02 Maret 2015
Deskripsi H-35: Sukses
Pak Kandi geleng-geleng
kepala saat menyaksikan ambulan itu berlalu dari hadapannya. Lagi-lagi seorang
murid bunuh diri. Murid itu masih duduk di kelas 9 sekolah bertaraf
internasional tersebut. Di sekolah ini memang ada sejumlah murid sekolah yang
bunuh diri. Rata-rata usia SMP maupun SMA. Pak Kandi tak tahu berapa persisnya. Yang pasti, di media massa
hanya keluar beberapa orang saja karena pihak sekolah berhasil menutup-nutupi.
Sebagai tukang sapu, Pak
Kandi seringkali kagum melihat keberhasilan orang tua para murid sekolah
tempat ia mengabdi. Rata-rata dari mereka orang sukses. Mereka mengantar
jemput anak-anak dengan mobil mewah. Penampilan mereka mentereng, berkilauan,
beda dengan orang kebanyakan. Pendapatan mereka sulit dikira-kira oleh Pak
Kandi. Yang ia tahu, angka nol pasti berderet berjejalan di belakangnya. Coba
hitung berapa! Kesuksesan tersebutlah yang mengantar mereka
menyekolahkan putra-putrinya kemari. Betapa tidak, bayaran di sini bisa
mencapai puluhan juta rupiah per bulannya! Setahun mungkin sudah setara dengan
satu unit rumah. Apalagi, mereka ingin melihat anak-anak tumbuh menjadi orang
yang berhasil. Dan sekolah ini memiliki standar tertinggi dalam kualitas
akademis. Materi yang diajarkan jauh lebih berat dari sekolah pada umumnya. Dengan
kata lain, masuk sekolah ini adalah pilihan yang tepat.
Setidaknya, teorinya sih
begitu, pikir Pak Kandi. Sayang, anak-anak yang semula dicetak untuk sukses
harus berakhir seperti itu. Seorang guru lokal pernah suatu hari mengkritik
kondisi-belajar di sekolah ini. Ia sering menyesalkan, betapa takut murid-murid
tersebut akan sebuah kegagalan. Ketakutan tersebut banyak berasal dari
tuntutan tinggi orang tua mereka. Sedikit kesalahan dalam menjawab soal ujian
bagai cela nan tak terperi. Mereka akan langsung dicap gagal, membuat
anak bersedih karena merasa kehilangan harga diri. Begitulah kurang lebih
kompetisi yang terjadi di antara murid sekolah. Saling mengungguli dalam hal
nilai dan prestasi. Amat tidak sehat karena mereka menjadi kurang waktu untuk
bersosialisasi maupun mengembangkan diri. Apalagi, sekolah itu menerapkan
sistem full day school. Dengan beban
akademik seberat itu, mereka harus belajar keras hingga sore hari. Bagai tak
punya lagi waktu bernapas. Tak heran jika beberapa murid merasa frustrasi
hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Dan lokasi yang acapkali dpilih adalah
sebuah menara tertinggi di sekolah itu. Menara itu cukup jarang diakses orang sehingga
luput dari pengawasan. Namun setelah yang kesekian kalinya seperti ini, mungkin
menara itu harus ditutup saja, pikir Pak Kandi.
Minggu, 01 Maret 2015
Deskripsi H-34: Bangun
Malam mencekam di rumah
kediaman seorang wanita paranormal. Konon, rumah ini sering didatangi oleh
arwah Nyi Roro Kidul. Salah satu kamar di rumah itu menjadi tempat sang arwah
bersemedi. Pemilik rumah sengaja menyiapkan kamar yang terbaik dan terbesar untuk
beliau. Ia menata ruangan itu dengan bunga-bunga, lukisan dan asesoris berwarna
hijau.
Kinasih adalah seorang
wanita muda yang berniat ngalap berkah di rumah itu. Gadis muda yang cantik dan
jangkung itu berharap bisa lebih sukses dalam
menapaki kariernya sebagai seorang penyanyi. Setelah minta izin pada sang
paranormal, akhirnya ia diperbolehkan masuk ke kamar semedi. Aryo, sang pacar
berniat mengabadikan peristiwa ini dalam handy-cam
nya. Sebenarnya Kinasih sempat melarangnya, namun Aryo nekat masuk untuk
merekam. Ia berdalih akan merekam dengan infra-red.
Pada saat itulah, tiba-tiba Kinasih tak sadarkan diri di atas ranjang. Ia bagaikan
tertidur. Namun, tidur Kinasih tidak lama. Tak lama kemudian, ia terbangun.
Aryo memandang bola matanya. Retina mata yang semula cokelat itu berubah
menjadi hijau. Sorot matanya aneh, begitu tajam seolah bukan manusia. Matanya
menyapu seisi ruangan dengan tatapan garang. Pada saat bangun, Kinasih
yang lembut dan feminin seolah hilang entah ke mana. Tergantikan oleh sosok
makhluk yang marah dari arwah ghaib yang bersemayam di dalam tubuhnya. Rupanya
arwah tersebut bangkit merasuki tubuhnya untuk menegur Aryo yang
bertindak kurang ajar dengan mencoba merekam prosesi ini.
Perasaan berat mengikuti kebangkitan
arwah tersebut dalam jasad Kinasih. Rambut panjangnya yang lurus tertata rapi
menjadi berantakan. Lehernya bergerak menjulur bagai Sang Dewi Ular. Gerakan
tangannya patah-patah menyeramkan. Ia menggeram dengan suara yang seperti
berasal dari dunia lain. Perlahan ia berkata setengah berbisik pada Aryo.
“Sedang apa kamu?”
“Syuting,” sahut Aryo.
Nyalinya agak ciut juga.
“Matikan itu!” desisnya.
Ia mendekati Aryo dengan langkah patah-patah. Matanya nyalang sangat
menakutkan. Setelah dekat, ia seperti hendak menerkam Aryo. Melihat kejadian
ini, sang paranormal langsung menengahi.
“Nak, Ibu mohon keluar
ya. Ibu kuatir hal berbahaya akan terjadi sama kamu,” bisiknya di telinga Aryo.
Aryo mengangguk gelagapan. Tak tahan lebih lama lagi menghadapi tatapan mata
yang demikian menghunjam dari sang makhluk ghaib!
Langganan:
Postingan (Atom)